Dunia kesehatan sangat bergantung pada jubah bedah. Mereka juga membantu melindungi dokter, perawat, dan pekerja kesehatan lainnya selama operasi. Jenis jubah ini, di samping itu, membantu mencegah penyebaran kuman dari satu pasien ke pasien lain. Jubah bedah hadir dalam berbagai jenis dan setiap jenis memiliki fitur tambahan tersendiri. Setiap jubah memberikan perlindungan dengan cara yang berbeda dan dirancang untuk lingkungan yang berbeda di fasilitas kesehatan.
Apa Dua Jenis Utama Jubah Bedah?
Kita bisa masuk lebih dalam ke detail tentang jubah bedah dengan memeriksa dua jenis jubah bedah secara spesifik: sekali pakai dan dapat dicuci ulang.
Jubah sekali pakai terbuat dari bahan yang tidak dapat digunakan kembali. Jenis jubah ini biasanya diproduksi menggunakan kain non-woven yang tipis, ringan, dan mudah digunakan. Jubah ini dibuang oleh pekerja kesehatan setelah operasi. Itu adalah hal yang baik karena membantu mencegah penyebaran kuman dari satu orang ke orang lain.
Kami memiliki jubah yang dapat digunakan kembali. Jenis jubah ini menggunakan bahan yang lebih kuat seperti katun atau poliester. Keuntungan dari jubah yang dapat digunakan kembali dan berkelanjutan adalah bahwa mereka bisa dicuci dan dikenakan beberapa kali. Namun, mereka harus dibersihkan dan dirawat dengan baik untuk memastikan tetap aman dan efektif untuk penggunaan di masa depan. Beberapa jubah dianggap steril, artinya mereka sangat bersih dan aman untuk digunakan dalam operasi. Jumlah lainnya adalah non-steril — mereka tidak sebersih itu.
Jubah Bedah: Bagaimana Memilih yang Tepat?
Pilih jubah bedah yang tepat sesuai dengan jenis operasi yang akan dilakukan. Kebutuhan dapat bervariasi menurut prosedur. Pada operasi-operasi di mana banyak cairan diharapkan, seperti darah atau cairan tubuh, jubah khusus yang memiliki perlindungan tambahan digunakan, yang dapat ditingkatkan dengan batas tahan air. Jubah disiapkan secara khusus agar aliran cairan tersebut tidak terjadi dan dengan demikian menghindari paparan kepada individu.
Gaun harus aman dan juga harus memenuhi standar dari American Society for Testing and Materials dan Association for the Advancement of Medical Instrumentation. Hal ini akan memungkinkan gaun memberikan perlindungan yang memadai selama prosedur bedah.
Gaun Sekali Pakai vs. Gaun Dapat Dicuci: Apa Perbedaananya?
Mari kita bahas lebih lanjut tentang gaun sekali pakai versus gaun dapat dicuci. Gaun sekali pakai, seperti namanya, hanya digunakan satu kali. Mereka biasanya kurang nyaman dan kurang tahan lama dibandingkan gaun yang dapat dicuci, tetapi sangat praktis. Karena dibuang setelah satu kali penggunaan, gaun sekali pakai dianggap mengurangi risiko penyebaran kuman dari satu pasien ke pasien lain. Ini sangat penting terutama di rumah sakit atau klinik yang sibuk dengan banyak pasien yang ditemui setiap hari.
Gown yang dapat digunakan kembali, di sisi lain, bisa dicuci, diperbaiki, dan digunakan kembali. Mereka mungkin lebih nyaman dan tahan lama dibandingkan gown sekali pakai. Namun, perlu dicatat bahwa gown yang dapat digunakan kembali harus dibersihkan dan dikelola dengan benar. Fasilitas kesehatan harus mematuhi protokol ketat untuk memastikan bahwa gown ini dapat digunakan kembali secara aman. Itu termasuk mencuci gown pada suhu tinggi dan menyimpannya di tempat yang bersih.
“Apa itu Gown Steril dan Non-Steril?
Perbedaan ini juga berlaku untuk gown bedah – ada gown steril dan non-steril. Gown bedah steril dikemas dan dipersiapkan dengan cara yang memastikan mereka tetap sangat bersih. Ini digunakan selama prosedur bedah untuk melindungi pasien dari kuman dan bakteri. Gown steril dianggap sebagai pakaian ruang operasi dan memiliki kompatibilitas yang baik dengan barang-barang steril lainnya, seperti sarung tangan, masker, dan drapes bedah.
Jubah non-steril relatif kotor. Mereka juga sering digunakan di lingkungan yang kurang formal—misalnya, di klinik rawat jalan atau kantor dokter gigi. Meskipun jubah non-steril dapat memberikan perlindungan, perbedaan keamanan antara jubah non-steril dan steril harus diingat. Jenis jubah yang digunakan tergantung pada kebutuhan khusus prosedur dan kebijakan kontrol infeksi spesifik dari suatu lembaga.
Peran Kualitas dalam Penggunaan Jubah Bedah
Akhirnya, kualitas dari jubah bedah adalah sesuatu yang sangat perlu dipertimbangkan. Seberapa aman atau berkualitas jubah-jubah tersebut tergantung pada cara penggunaannya dan risiko dalam setiap situasi. Jubah bedah dinilai berdasarkan ketahanan terhadap cairan, kekuatan, dan perlakuan antistatik.
Tentu saja, beberapa fasilitas kesehatan memiliki persyaratan penggunaan jubah mereka sendiri. Oleh karena itu, penting untuk membeli hanya dari pemasok jubah bedah yang sah dan kompeten. Hal ini memastikan bahwa jubah-jubah tersebut memenuhi standar keselamatan dan akan melindungi baik tenaga medis maupun pasien dari kemungkinan risiko selama prosedur.
Secara singkat, memilih jubah bedah terbaik memerlukan banyak waktu. Pilihan ini mencegah penyebaran kuman dan menjaga orang lain tetap aman. Keputusan untuk menggunakan jubah sekali pakai atau dapat dicuci berkaitan dengan jenis operasi dan jumlah cairan yang akan ditemui. Menjaga perbedaan antara jubah steril dan non-steril serta mematuhi standar kualitas dan keselamatan akan membantu menjaga keamanan baik staf medis maupun pasien mereka. Distributor yang andal, seperti Topmed, menawarkan berbagai macam jubah bedah untuk memenuhi kebutuhan berbeda dari setiap tindakan operasi, memastikan fasilitas Anda selalu siap untuk merawat pasien secara efisien.